Nayaka Syahidah -- 3 years old
Guruh Nusantara -- 28 years old
Ummi Latifah -- 28 years old
Menjelang pagi terang, anakku sudah terlihat sibuk didepan acer 'pink' kecil milik neneknya.
Permainan baru !
Game puzzle anak-anak dilayar laptop dengan tingkat kesulitan 4 bagian acak.
Dengan lincah dia mengendalikan mouse itu. Kebanggaanku di awal dia sukses mengarahkan panah putih itu sudah sedikit mulai hilang.
"Ayah, bagaimana cara supaya puzzlenya jadi lebih banyak bagiannya ?"
Dengan satu tangan aku menyentuh touch pad memberikannya level berikutnya dengan 6 bagian acak. Setelah dasiku rapi aku merapikan tas ranselku.
Nyanyi riang bergumam dari mulut kecilnya belum bisa mengusir rasa lelahku. Capek. Lemas. Tidak bersemangat. Buat apa aku berangkat? Apa aku tidak boleh istirahat?
Wajahku sudah benar-benar tidak bisa menyembunyikan rasa 'bosan'ku dengan hidupku. Bahkan istriku menjauhiku, karena masa-masa seperti ini aku rawan mudah 'mengaum' dan 'mencakar'. Tapi dia masih tetap dengan 'mata tajam'nya dan 'sayap'nya yang penuh wibawa terbang menjaga setiap langkahku. Dia adalah penyeimbangku. Dia adalah aku. Dan aku adalah dia.
"Ayah, yang level ini puzzlenya jadi lebih banyak lagi lho yah ...?"
Suara kecil itu membuatku sedikit terhenyak menoleh. 8 bagian acak terpampang dilayar monitor. Dia sudah bisa merubah level game itu sendiri. Ketidakyakinanku akan kemampuannya membuat aku melupakan tasku sejenak. Berdiri dengan 'sendakep' aku memandang setiap gerakan mousenya. Kali ini tak ada gumam ceria lagi dari mulutnya. Dia serius.
"Hu uuuh .. ini dimana ya?", keluhannya mulai mencuat.
Sekali.
Dua kali.
"Sini ayah bantu ..." , tapi tanganku ditepisnya.
Ketiga kalinya.
Giliran tanganku yang kanan kemudian dipegangi oleh tangan kirinya.
"Ayah, jangan dulu ..."
Beberapa detik berlalu, dia benar-benar terkuras pikirannya. Dan mulut kecilnya yang cemberut makin meyakinkan aku, inilah saatnya aku turun membantunya.
Gerakan kecil tanganku yang dipegangnya hanya dijawab dengan,
"Ayah, aku ingin mencoba dulu sampai bisa",
"Kan ayah, yang mengajarkan supaya tidak menyerah ...",
"Aaakuuu biiisaaaa, akuuu paastiii biiisaaaaa .... !"
Dia menyanyi ...
Aku.
Hanya bisa diam.
Dalam tangis jeritku dalam hati.
Maafkan ayah nak, maafkan ayah.
Ayah lupa nak ! Ayah lupa !
Kemudian 'sayap' lebar istriku merangkulku dari belakang.
Lama.
Melihat.
Tersenyum.
"AYAH ! AKU BISA !", kemudian dia menengok dengan senyumnya yang paling LEBAR !
dan dengan serta merta AKU JUGA !
dan dengan serta merta ISTRIKU JUGA !
Aku cium dia. Aku peluk dia. Aku belai dia. Aku gelitik perut kecilnya.
----------------
Kupasang di lubang kunciku.
Kupasang juga di lubang hatiku.
Terima kasih nak.
"AYAH ! HATI-HATI, DIJALAN YAH !!", teriakan kecilnya itu, aku teruskan lagi dengan senandung kecil.
Aku berangkat pagi ini.
Aku berangkat sekali lagi.
Dan aku akan 'menyelesaikannya' lagi.
"Aaakuuu biiisaaaa, akuuu paastiii biiisaaaaa .... !"
salam, gemuruhsepi.
puisi gemuruhsepi~~
kumpulan-kumpulan puisi milik guruh nusantara yang timbul tenggelam tergantung cuaca yang mendera otak-otaknya ...
seorangguruhnusantara
- Guruh Nusantara
- sidoarjo, jawa timur, Indonesia
- seorangguruhnusantara lahir di mojokerto pada tanggal 9 april 1981, masih dalam perjalanannya menjadi matahari.
arsip puisi ku
-
▼
2009
(49)
-
►
Agustus
(14)
- sahurku -- puisi seorangguruhnusantara
- kilas dewata -- puisi seorangguruhnusantara
- kisah sebuah "bui" -- puisi seorangguruhnusantara
- harapan -- puisi seorangguruhnusantara
- merahputihku -- puisi seorangguruhnusantara
- death the "sister" of darkness -- puisi seoranggur...
- 1111 -- puisi seorangguruhnusantara
- bila wajar, bila menang -- puisi seorangguruhnusan...
- follower -- puisi seorangguruhnusantara
- ketika srikandi tiada -- puisi seorangguruhnusanta...
- sendiri lagi -- puisi seorangguruhnusantara
- mulai lagi -- puisi seorangguruhnusantara
- merasa aneh -- puisi vinalestari + seorangguruhnu...
- mengeluh -- puisi seorangguruhnusantara
-
►
April
(13)
- kata-kata -- puisi seorangguruhnusantara
- kala saat itu -- puisi seorangguruhnusantara
- putri mandiri (3) trismi_oke -- puisi trismi + se...
- alamku != alammu -- puisi seorangguruhnusantara
- bilakah senja -- puisi seorangguruhnusantara
- tahu-ku -- puisi seorangguruhnusantara
- dengar! -- puisi seorangguruhnusantara
- serpihan waktuku berdarah -- puisi seorangguruhnus...
- kristalisasiku -- puisi seorangguruhnusantara
- nyanyian shubuh yang lain -- puisi seorangguruhnus...
- serpihan waktuku -- puisi seorangguruhnusantara
- putri mandiri (2) call me tris -- puisi trismi + s...
- putri mandiri (1) wanita bercadar -- puisi trismi ...
-
►
Agustus
(14)
ketika semua terasa berat 2, dari sang anak -- puisi seorangguruhnusantara
ditulis oleh guruh nusantaraAntaressa Rasta
Ruangan gelap, mengunci diri.
Dan disinilah aku ... sekali lagi tentang janji.
Didepan layar monitor terang besar ini dan hanya bisa diam melolong kelam.
Setengah jam yang lalu, 90 km / jam aku melaju; Bukan menuju ke keberadaanmu. Menuju kejendela tempat aku selalu melihat dirimu.
Tempat aku menyimpan semua janji.
Tuhan andai aku punya kemampuan untuk terbang.
Tuhan andai aku punya kemampuan membalikkan waktu.
Tuhan andai aku punya kemampuan untuk membuat orang lupa.
Tuhan andai aku punya kemampuan-Mu.
Aku selalu berusaha mampu; Kenapa kali ini, ingin pun aku tak mampu.
Aku selalu berjanji.
Aku selalu dihempas dibelakang jeruji.
Aku hanya bisa selalu mengatakan dalam hati.
Aku tak pernah ingin .. begitu padamu .. begitu keji.
Seakan melihatmu dalam aquarium kaca raksasa dan semua teriakan serta pukulan yang meremukkan kepalanku yang tak pernah sanggup mencapai hati pilumu.
Detik-detik itu berbaris. Mengiringi ketukan basah yang mulai berthawaf,
mengelilingi pipi.
Apakah kita hanya bisa bersatu dalam mimpi.
Ingatkah dalam mimpi kita bersama, ketika dipisahkan waktu dan jarak berjuta tahun cahaya. di Galaksi Sirius [4th world of Sirius System, Agartha -- Lysithea Aircraft].
Mimpi-mimpi yang begitu terasa nyata.
Kita bisa melaluinya bukan.
Kita bisa mengatakan, bahwa kita selalu merasa bersama-sama.
Bahwa kita sama-sama 'disini'.
Kita pasti bisa menyelesaikannya ....
Dan ketika kita sudah menyelesaikannya.
Kita akan melihat milyaran bintang-bintang indah itu sekali lagi, bersama-sama, seperti dulu lagi.
Menjadikannya milyaran kenangan untuk kita nanti.
"You create your own universe as you go along" -- Winston Churchill.
"All that we are is a result of what we have thought" -- Buddha.
"What this power is, I cannot say. All I know is that it exists." -- Alexander Graham Bell.
We are the creators of our universe.
Bertahanlah. Pikirkan bahwa semuanya akan selesai dan yakinlah.
Waktu akan memberikan jawabannya.
Aku berjanji.
Salam, gemuruhsepi.
Dan ...
Aku
disini
lagi.
Berdiri dengan gaung ruang luas, lampu indah, ribuan bunga daisy putih menghiasi hari ini.
Berdiri dengan sedikit demi sedikit mengumpulkan keyakinanku yang tak mau bersinergi.
Langkahku.
Mulai menapak diiringi tepuk riuh, yang justru malah menjadi sebuah perlambatan menuju janjiku.
Grand Piano hitam berkilau.
Dia yang akan menemaniku untuk berusaha membuat dirimu cair indah dari beku.
Benar-benar aku tidak habis pikir.
Butuh waktu 2 menit untuk melangkah sejauh 15 meter dari tempat aku duduk.
Hampir separuh sisa waktuku yang terbuang sia-sia ...
Sebelum Dia menjemputku.
Apakah aku bisa menyelesaikannya ....
Duduk.
Menunduk.
Kedua tanganku khusyuk, di kiri dan kanan siap untuk meliuk.
Ketika hening melahap tepuk.
Aku mulai berdenting masuk...
~~~ Canon in D ~~~
Dan ...
Dalam pelannya awalan ini, ntah bagaimana bisa merasakan kau tersenyum.
Mungkin karena aku juga.
Dan ...
Memasuki ke tarian jari yang sedikit lebih cepat, aku mendongakkan wajah tuk mengabadikanmu dengan dua kamera milik Tuhan ini.
Hanya saja aku tak mampu.
Untaian rantai air mata mengikat aku, tak peduli betapa sebenarnya girang hingar hatiku tak menipu.
Maka terpejam keduanya menumpu.
Dan ...
Bertanya lagi dan lagi.
Apakah terselip dalam melodi syahdu ini, kunci yang tepat untuk pintu hatimu ?
Dan ...
Bertanya lagi dan lagi.
Apakah terselip dalam melodi sendu ini, judul yang tepat untuk hak memilikimu ?
Dan ...
Ketika kulalui langkah jari yang melompat-lompat hingga oktaf yang jauh jaraknya,
waktuku !!
Diingatkan oleh rasa dingin yang menghilangkan ujung kakiku.
Naik sesuai ketukan nada.
Menuju menusuk merengut jantung di dada.
Berlarilah jariku !
Tapi memang tak pernah terlambat.
Tapi memang tak pernah lebih cepat.
Dan ...
Sampai akhirnya nada-nadaku berkhianat dariku.
Sampai akhirnya aku hanya bisa melihat buram kearahmu.
Sampai akhirnya cahaya putih dari gaunmu menghilang lalu.
Sampai itu pun,
ku belum bisa menemukan alasan
untukmu.
.....
You and me
are 'connected' ...
With the unbelieveable rings.
And the unpredictable strings.
On never united rail-things.
But ;
You and me
are 'connected'.
And that's all we need to realize.
Despite all the matters that make us drown in our lonely eyes ..
.....
Dan ...
Waktuku telah padam.
Aku serasa ringan terbang ditarik hitam.
Sunyi seram seiring rubuhnya tubuhku bak menara karam
Janjiku.
Terlewatkan.
"RASTA !!!"
"RASTA, BANGUN !!!"
....
Antaressa Rasta
Ternyata,
mimpi itu lagi.
Pertanyaan yang sama ketika aku melihat foto di kameraku kemarin.
"Siapa gadis ini ?"
salam, gemuruhsepi.
you and me
are 'connected' ...
with the unbelieveable rings
and the unpredictable strings
on never united rail-things
but ;
you and me
are 'connected',
and that's all we need to realize
despite all the matters that make us drown in our lonely eyes ..
salam, gemuruhsepi.
tuk fakir yang tak kafir
SEMUA ! dihadapannya ...
pekat butuh cair
pekat butuh mengalir
pekat butuh pikir
pekat butuh anulir
lempar bibir
lempar cibir
lempar cangkir
lempar kocar kacir
setiap bulir
setiap butir
jatuh anyir
jatuh getir
tuk fakir yang tak kafir
SEMUA ! dianggapnya ...
seindah bordir
sewangi anyelir
sehingar nuklir
selembut pasir
tuk fakir yang tak kafir
SEMUA ! ditanamkannya ...
[ n a k ]
jangan menyerah !
mulai lagi dari pinggir
[ n a k ]
selesaikanlah !
janjiku kau rasakan ketika berakhir
salam, gemuruhsepi.
mengharu diam
memburu pualam
menyeru biru kuntum alam
taburkan sulam
tebarkan senyum salam
sayup menata masuk begitu dalam
sayap meniti merajuk hingga satu persatu padam
tubuh dideru sang rajam
shubuh dilaru sang kalam
salam, gemuruhsepi.
ketika semua terasa berat, untukmu anakku -- puisiseorangguruhnusantara
ditulis oleh guruh nusantaraanakku ...
ketika engkau membaca awal surat ini dan kau merasa apapun yang kau hadapi selalu terasa lebih berat dibanding orang lain.
jangan menyerah ! selesaikanlah.
anakku ...
memang terkadang ketika yang lain bisa menyelesaikannya dalam beberapa menit, kita perlu beberapa jam atau bahkan beberapa hari.
jangan menyerah ! selesaikanlah.
anakku ...
memang terkadang ketika yang lain bisa menyelesaikannya tanpa istirahat dan tetap tersenyum, kita perlu beberapa kali istirahat dan merasa betapa sulitnya tersenyum karena lelah.
jangan menyerah ! selesaikanlah.
anakku ...
memang terkadang ketika yang lain bisa menahan air mata dan terlihat tegar tanpa kesulitan, kita mungkin mudah sekali bercucuran air mata karena tak mampu menahan ledakan kemarahan atau kesedihan.
jangan menyerah ! selesaikanlah.
anakku ...
memang terkadang ketika yang lain bisa dengan bangga mengacungkan surat berharganya karena keberhasilannya, kita hanya mampu melihat dengan merana dan bertanya kenapa kita tidak bisa seperti mereka.
jangan menyerah ! selesaikanlah.
anakku ...
memang terkadang ketika yang lain berdiri didepan kita bukan lagi sebagai seorang teman melainkan sebagai seorang guru atau atasan, kita hanya duduk sebagai murid atau bawahan dikarenakan keterlambatan kita.
jangan menyerah ! selesaikanlah.
anakku ...
memang terkadang ketika yang lain bisa berlari dan meraih impian mereka ! Kita hanya bisa merangkak setapak demi setapak dan hanya bisa berdoa mimpi itu juga jatuh untuk kita,
JANGAN MENYERAH ! SELESAIKANLAH !
-------------
dan ...
-------------
ketika selesai,
akan kau dapati engkau mempunyai seribu kali lipat semangat juang dibanding mereka ...
ketika selesai,
akan kau dapati engkau mempunyai seribu kali lipat mental baja dibanding mereka ...
ketika selesai,
akan kau dapati engkau mempunyai seribu kali lipat kesabaran dan percaya diri dibanding mereka ...
ketika selesai,
akan kau dapati engkau mempunyai seribu kali lipat teman dibanding mereka ...
ketika selesai,
akan kau dapati engkau mempunyai seribu kali lipat cerita dibanding mereka ...
ketika selesai,
akan kau dapati engkau mempunyai seribu kali lipat ilmu dibanding mereka ...
ketika selesai,
akan kau dapati engkau mempunyai
SERIBU KALI LIPAT KETINGGIAN DERAJAT DIBANDING PUNCAK MEREKA !
anakku,
percayalah !
karena ayah yakin, dan ayah berhasil menyelesaikannya ...
karena ayah yakin, anakku juga pasti bisa ...
karena ayah yakin, Tuhan juga tak akan tidur untukmu ...
salam, ayahmu -- gemuruhsepi.
bersama ... [sudah]
kita mengisi setiap-setiap putih kanvas
bersama ... [sudah]
kita menangisi setiap-setiap hela nafas
bersama ... [sudah]
kita mengasimilasi setiap-setiap rasa tak puas
kadang ! ... indahnya tawa ; senyap
oleh masamnya muka
kadang ! ... tentramnya jiwa ; lenyap
oleh kejamnya prasangka
kadang ! ... sejuknya nyawa ; pengap
oleh kelamnya andika
dan Dia berikan kita kesempatan
untuk membagi benang-benang silahturahmi
dan Dia berikan kita kesempatan
untuk me-ragi batang-batang dosa bak jerami
dan Dia berikan kita kesempatan
untuk sekali lagi berkumandang-lantang ! UNTUK-MU ! hidup mati kami ...
maka
rasakanlah ...
maka
bersalahlah ...
maka
maafkanlah ...
salam, gemuruhsepi.
aku adalah hasil kausal mufasal
yang terkadang tumpahkan kalian sesal massal
aku adalah pemuas nafsu-nafsu petualang aral
yang terkadang tumpahkan kalian pembual bengal
aku adalah bukti ayat-ayat Sang Awal
yang terkadang tumpahkan kalian amal-amal kumal
nyanyian terbing terjal.
salam, gemuruhsepi.
baiklah
teruslah
tampung air mata bertuah
teruslah
bercermin air mata berulah
teruslah
ikuti air mata mengarah
salam, gemuruhsepi.
waktu akan menjadi penentu
pintu - pintu yang buntu yakinlah akan dibantu
pintu - pintu yang terbuka satu persatu
peliharalah ingin !
buat agar tak dingin !
hanya butuh yakin !
sang Angin Abadi PASTI tumbangkan sekalipun beringin.
salam, gemuruhsepi.
bersemi indah ..
bahkan ketika gugur perlahan pun buat hilang lelah
sebuah perasaan fana diperah
mulai dari warna sakura hingga saat cintanya yang lupa arah
tapi kemudian heninglah sudah
tapi kemudian bangkitlah sudah
itu masa lalunya yang telah tumpah
itu masa depannya yang yakinkannya PASTI CERAH !
bersemi indah ...
berguguran pun kutunai banyak hikmah ...
sakuraku.
merah mudaku.
salam, gemuruhsepi.
dengan pandangan kosongku
masih
dengan lancang duduk angkuhku
[ah kalau gitu aja, aku juga bisa]
memintar kan orang yang pada dasarnya sudah pintar telaah ...
masih
dengan hela nafas panjangku
masih
dengan selonjor remeh kakiku
[ah kalau gitu aja, aku juga bisa]
merasa lebih tinggi dibanding mereka yang dibawah strata pendidikan kuliah ...
masih
dengan senyum geliku
masih
dengan tengadah heranku
[ah kalau gitu aja, aku juga bisa]
merasa hanya dia yang pandai dan semua muridnya bodoh dan salah ...
tetap;
masih
dengan sendekap tanganku
tetap;
masih
dengan sikap diam yakinku
[ah kalau gitu aja, aku juga bisa]
menjadi guru yang hanya bisa menyombongkan diri, puas dan berhenti melangkah ...
dan kemudian;
aku
berdiri menegakkan punggungku
dan kemudian;
aku
berteriak meluruskan telunjukku
AH KALAU GITU AJA, AKU JUGA BISA !
bumi pertiwi ini tak butuh SAMPAH !
ENYAH !
salam, gemuruhsepi.
jauh dari tempat biasa
hanya beberapa tusuk "bambusa" daging "gallusa" sedikit hangus ...... ahhh begitu terasa
sedikit mendekatkan aku bersama masa
bumbu dengan sedikit "piper retrofractum" ....... ahhh layangkan asa
hanya "oryza sativa" se-"patena" dari "plasticus" ...... ahhh jauhkan dari hati kuasa
ketika sejuk nya "aer" di teras kecil hotel ...... ahhhh tak mampu berbahasa
dengan tegukan "aqua" sentuh "lingua" menuju ujung "maag" .... ahhh dekatkan yang aksa
ya Allah !! penguasa bintang - bintang indah itu di angkasa
niat ku hingga akhir; kirimkan untukku pasukan baureksa
jagalah dan lindungi aku dari dosa
[aku berpuasa]
salam, gemuruhsepi.
gilimanuk diambang ingin
terpaan sejuk, lelah dibawa angin
tinggal rinduku, makin paksa aku memeluk dingin
-------
tengah malam; mata dewata di bawah temaram
hanya selipat baju kecilnya meredam
rinduku wangi nayaka menjerit seram
-------
dan ketika pagi menyapa selangkah 1 pasal
raga ini menyesal
aku hanya tertawa sinis; siapa yang harus dibuat kesal ?
toh mata beratmu memang rantaian kausal
dan ketika pagi menyapa dengan gerak mufasal
kembali rasa muasal
aku hanya tertawa tipis; haruskah selalu transversal ?
toh semua kembali ke yang Universal.
-------
dan tak lagi kiri
dan tak lagi kanan
tapi kiyu ...
salam, gemuruhsepi.
topeng-topeng itu manusiawi
dewa yang menjadi dewi
dewi yang muak senyawa kimiawi
terbentur hal musti lalui.
aku ...
selalu merasa dikelabui
[ aku t u m p a h ]
[ aku l e l a h ]
[ aku j e n g a h ]
BONGKAR ragawi !
BERDIRIKAN lurus semua jenawi !
hingga ...
lunglai ... sang kawi
hingga ...
redup ... sang rawi
cangkang ini harus BISA ! ku lalui
peduli NERAKA ! .. peduli SURGAWI ! ...
hingga ...
hilang ... sang maknawi
hingga ...
runtuh ... sang samawi
kisah sebuah "bui"
salam, gemuruhsepi
memang butuh awan bersembunyi ... mengggelap.
memang butuh angin berbaris ... berderap.
memang butuh halilintar bergemuruh ... terkesiap.
D I A !
[hadir ...]
setelah berat jatuh menancap
setelah titik air tertangkap
setelah garis cahaya tersingkap
tujuh warna
tujuh cakra
tujuh harapan
salam, gemuruhsepi.
mengambil yang sobek
mengambil yang tergeletak
menyimpannya dalam lemari terdalam
dan
biarlah ......
A K U !
yang menjadi merah dan putih
mu.
BERANI ?
SIRNA !
salam, gemuruhsepi.
I choose darkness than death ... because in darkness there still life
but actually darkness and death actually siblings from our mother of chaos
and the perfect law of all time are the law of chaos....
[salute stand]
carry on my sister ... we'll meet each at the last gate of eternity
salam, gemuruhsepi
hidupku ! untuk penerus ratu
hidupku ! untuk ilalang satu
disabit waktu !
dihalang batu ...
dihembus angin ! bergoyang tak tentu ...
hanya berusaha ...petani mati kutu
hanya disiang satu , [ a k u ] TUMBUH ! seribu seratus sepuluh satu.
salam, gemuruhsepi.
bukankah wajar, manusia ... kurang
dan bukankah wajar, jalani terlalu .... panjang
janganlah ... dimana remang,
karena ... disini kan lebih menantang
janganlah ... merana kau dendang,
karena ... menari ikuti kan dada lapang
pudar memar di tulang;
sadarlah samar, sedikit tawa rasa pulang
putung cemar di terawang;
termenung semar, langit pandawa rasa hilang ... terhalang ...
hilang yang TAK HILANG!
halang yangTAK HALANG!
siang terang! silau benderang! menyiang! batang ilalang dipematang ...
kau TENDANG! kau TEBANG!
...
bukankah wajar, ........ hilang?
dan bukankah wajar!, kembali ... datang ...
setiap lubang bukanlah setiap kubang! dan tidaklah wajib untuk setiap sarang
setiap-setiap seeeemuuuuaaaaa karang!
hilang,halang,datang,sumbang,GARANG! ... hanyalah [j e d a s e l a n g]
bukankah wajar, arahmu ... seorang ...
dan bukankah wajar, Dia tetaplah Dia ... walau kau terlarang ...
hingga ketika Dia berlambang
hingga ketika layakmu menang.
salam, gemuruh sepi
the lines of lifes just a matter of a gesture
the lines of nice not always a matter of a super
most flowers seem can deliver
but some are just seem unsuffer
only for the believer
only for the moonwalker
sure there will be much later
my dear.
salam, gemuruhsepi.
akan datang derap kuda
potongan masa bentuk mayapada
akan datang deru roda
potongan jiwa berdiri sembada
Sang Maha-Nya pantang menunda !
Sang Maha-Nya lantang bersabda !
bahwa hitungan-hitungan ; alpha bisa lambda
bahwa pilihan-pilihan ; derasnya boleh reda
kewajiban ada,
hak pun juga anda
hingga sembahlah karena berada
hingga terbitlah ke-18 bharatayuda
ketika srikandi tiada.
salam, gemuruhsepi.
senyum melayang; pandang hampa ...
yakin tenang; sehingar siapa ...
sendiri kembali,
lintasan sebulat kuali
senyum benang; pandang nestapa ...
yakin terang; sehingar pertapa ...
sendiri menggali,
lintasan sedalam peduli
kita kan baik-baik saja;
mereka kan baik-baik saja;
meski bersama
meski sendiri.
salam, gemuruhsepi.
LANJUTKAN !
LEBIH CEPAT LEBIH MEYAKINKAN ;
PRO RAKYAT DAN KEADILAN ...
awalkan dengan nama Tuhan.
salam, gemuruhsepi.
vinalestari wrote on April 10, 2009 at 11:26pm
aku merasa kosong. ingin lenyap tapi tak bisa.
mau lari,lari kemana?
orang-orang itu tertawa. sinis, menjatuhkan.
di lain waktu mereka berisik berteriak.
ingin menyegel telinga. ingin tidur yang panjang.
atau menyelam kemudian berenang.
seorangguruhnusantara wrote on April 10, 2009 at 11:45pm
memang bukan kosong
yang harus kau todong
memang bukan lenyap
yang harus kau serap
tawa itu tidaklah bersendawa
sinis itu pun tak pernah kecewa
bahkan berisik dan teriak mereka bisa buat kan dewa
biarkan lubang mu telinga
BANGUNKAN PUJANGGA !!!
balik renang dan selam kedalaman TELAGA
vinalestari wrote on April 25, 2009 at 5:33pm
bukan memang bukan
namun ketika semua hilang
tenagaku, rasa dan angan
seperti angin meniup semuanya terbang
dan aku memang tidak lenyap
tubuh ini masih di sini
aku bangkit dari jatuh dan tegap
aku dingin
sakit
tapi aku kembali
seorangguruhnusantara wrote on April 26, 2009 at 12:02am
selamat datang kembali
terima kasih sang srikandi
aku berharap kau kembali
bukan hanya membuat kelompok sendiri
tapi berbaur dan menulis puisi
untuk bisa dinikmati
semua hati
gamblang kan ini
mudah arti kan ini
harapan anda bisa tarik saya kembali
vinalestari wrote on April 26, 2009 at 10:28am
kembali sudah kembali ragaku
tapi seperti gelas kaca yang jatuh
hatiku remuk kepalku biru
aku tidak merasa utuh
kedua mata kini terbuka
menyaksikan manusia dengan segala senyumnya
aku tidak akan lagi percaya
mereka mencuri
meminta
lalu pergi begitu saja
ketika tak lagi bisa aku bedakan
mana benar dan mana salah
nurani ini bertanya kemudian
tak apakah jika aku merasa marah?
seorangguruhnusantara wrote on April 27, 2009 at 2:26pm
ketika gelas itu jatuh
berarti dia sudah utuh
ketika manusia pernah menangis
berarti dia sudah lengkap dibaptis
topeng senyuman bukanlah senyuman
topeng kebencian bukanlah kebencian
dan mencuri bukanlah meminta
dan pergi itu adalah manusiawi tertata
marah lah
dan benar salah
tak bisa dipilah
marah lah
dan benar adalah
hati kita yang berkilah
yang akhirnya ...
marah lah
untuk menjadi ramah lah
vinalestari wrote on May 3, 2009 at 2:03pm
Sudah aku sudah marah
Menunjuk menuduh pada dunia
tapi mengapa malah
jauh aku dari lega?
Aku ingin tenang
Aku ingin damai
Namun kuucap kata yang sadis
Aku ingin nafasku kembali
Dan berhenti menatap sinis
seorangguruhnusantara wrote on May 3, 2009 at 7:33pm
berarti anda sudah kalah
hikmahlah
ketika marahlah
saat itu pula kalahlah
dan sadarlah
bahwa tak ada gunanya terus berkilah
maka ambil panjang parumu helah
tersenyumlah
maafkanlah
dan ramahlah
dan ketika anda baca dua kalimat terakhir itulah
mestinya kau sudah bisa memilah
marahlah
untuk menjadi ramahlah
vinalestari wrote on May 16, 2009 at 1:45pm
marah lalu menjadi ramah
kuingat kau ucap kata ini
tak menyesakkan
aku memang terus berkilah
egoku emosiku menguasai diri
kakiku sudah kembali berpijak
menapak
namun tetap aku merasa aneh.
kosong.
tanpa arah tanpa tahu kemana
aku hanya mau berlari
sejauhnya dari sini
seorangguruhnusantara wrote on August 3, 2009 at 9:43am
wahhh ternyata ada bincang terputus
ditumpukan kardus yang kukira tlah hangus
apa kabar srikandi ?
masihkah kau berlari lepas sendi
apa kabar srikandi ?
masihkah kau berusaha mengisi kendi
apa kabar srikandi ?
masihkah kau merasa aneh diantara padi
salam, gemuruh sepi.
sepi berkumpul menggemuruh
titik bersatu garis menyeluruh
jiwa - jiwa yang teduh
jiwa - jiwa yang keruh
jiwa - jiwa yang rapuh
bersetubuh benang - benang penyuluh
bersenandung luluh bangunkan runtuh
sudah banyak yang diunduh !
tapi tak kan bisa kau seduh peluh
kalau kau hanya mengeluh
salam,
gemuruhsepi.
sebuah pisau tajam
yang mengancamnya
sebuah tarikan kejam !
yang menyobek ! salamnya
sebuah tamparan rajam !
yang hentikan ! lawannya
tak adakah yang tertinggal ? ...
sebuah kumpulan dendam
yang buat hilang malamnya
sebuah kemarahan kelam
yang didik dunia hitamnya
sebuah umpatan ! tak teranyam
yang sang anak tuk tak sepertinya ...
tak layakkah permohonannya ? ...
PASANG KUPING KALIAN !
sebuah doa sang ayam
yang dijerumuskan dalam pelacurannya.
salam,
gemuruh sepi.
setiap langkah ku bersama kalian .......
beberapa langkah ku yang tertinggal jauh oleh mereka .....
sedikit demi sedikit akan ku kejar .....
pelajaran di sekolah kehidupan bersama mereka tak akan kulupakan ....
TIDAK USAH MENUNGGU KU KAWAN !!! .... Aku berjanji suatu hari aku akan mendahului kalian sampai di puncak cita - cita kita bersama.
aku tidak akan pernah malu akan setiap langkah ku.
aku tidak akan pernah malu akan setiap sedih ku.
aku tidak akan pernah malu akan setiap gembira ku.
karena semua itu semata hanya akan menambah wadah ku.
salam, gemuruh sepi
hahahahah....
lihatlah !
kita benar lupa didepan kaprah !
sepi yang kita sembah
tlah jadi
sepi yang sudah mati bersimbah
tlah jadi
sepi yang sahut untaian lidah
tlah jadi
sepi yang sahut menatah
tanpa kita sengaja resapi
sepi bersama dikumpulkan sepi
sepi bersama kita menari ditepi
hingga sepi kita hilangkan segala tetapi
hingga sepi kita ternyata begitu riuh rapi
sepi yang terbakar sepi kita semua disini, hangatkan hati panasnya api.
salam, gemuruh sepi.
aku kan.. cinta... hingga padam malam.. cinta .... terangmu
dan.. cinta ku cinta.. mu sambung .. cinta kita cinta.... yang memang semu
ku.. cinta walau cinta... tak lagi... cinta hanya ku cinta... yang tak jemu
o..cinta mu kenapa cinta...ku.. cinta terasa hampa cinta... lampau bertemu
...cinta hanya sumbar mu cinta pergi penuh nafsu kecinta... buta tanpa ramu
.cinta rindu abadi yang aku cinta meradang masuk tuk cinta ... pergi sebentar bertamu
.cinta mu akan begitu kalau kamu biarkan melukai akui cinta... yang tak kenal ragu mu
..cinta aku tak pernah enyah dari depan teratas kan cinta.. kita berdua bertemu
o..cinta yang tak pernah bisa kau lihat dengan yang cinta.. yang hanya biasmu
di..cinta ulam tiba pucuk cemara tak kan semburat cinta.. kau sebar tanpa caya mu
tak..cinta mu kan butuhkan karna meski takut ku cinta.. pun aku tetap milik mu
kau...cinta apa dari diriku apakah hanya kan di cinta.. yang hangatnya bekumu
katai.... cinta yang datang dari mulutmu tuk cinta.. kan aku tak yakin kamu
karna tuk...cinta itu bagiku hanya kilasmu cinta.. yang penuh ragu mu
tak kah kau.. cinta selimuti isi hati ini cinta... ku yang bisa menggugah hati mu
tenangkan ku...cinta ku kan abadi cinta... mu yang tak wujud sekalipun tuk mu
maka ketika kau tau... cinta – cinta...... yang menyelimuti hati ku tidak lagi semu
yang ada hanya bentuk....cinta..... hanya untuk mu dan tak pernah tanpa mu
buramkan mata mu
lihat lah garis cinta yang membentuk hati ku khusus untuk mu.
salam, gemuruh sepi
dengan berbagai lidahnya
dengan berbagai cara maknanya
dengan berbagai lirik pandangnya
dengan berbagai tari langkahnya
dengan berbagai lesung senyumnya
dengan berbagai ornamen temperamen bahkan klasemen topengnya
aku selalu serak
aku selalu berkerak
aku selalu gerak
aku selalu bersorak
aku selalu berusaha serempak tata bidak
aku tak takut rusak
tapi hanya sia
tapi hanya usia
tapi hanya rusia dingin senantiasa
tegak lantang
tegak menantang
pun hanya menjadi hilang
pun hanya sebentar terang
sebatang
mengguncang
lancang
selalu terundang
dan
aku
disidang ditepi
dan
aku
merajuk kecapi
dan
aku
dibunuh sepi
dan
aku
lahir gemuruh sepi
salam, gemuruh sepi
ketika sang bayi menangis
tak dengar kah hati ibunya menangis ?
ketika sang bayi tertawa
tak dengar kah tawa di dalam lain nyawa ?
ketika sang bayi mulai bisa berbohong
tak dengar kah teriakan tolong yang saling melolong ?
ketika sang bayi marah dalam diamnya
tak dengar kah banyak juga yang ikut remuk renyah ?
ketika suara sang bayi sudah tak maknanya
tak dengar kah deru kehancuran ayah-ibunya ?
kata - kata kita
dan suara sekalipun yang terbata
bukan lah hanya air tenang rata
riak bahkan ombak akan tercipta
maka
ketika sang bayi buat tsunami tercipta
tak dengar kah ratusan langkah yang makin jelata
hati-hati berkata.
salam, gemuruh sepi
kala alam tak pernah berdosa
kala seteru tak kan berkah asa
kala kecuali seteru sudah pergi tergesa
kala lidah bukan lah gemeretak gigi berbisa
kala pecahnya gelas malah hilangkan hingar rasa
kala alam tak pernah marah ketika di binasa
kala yang lurus menjadi terlihat rekasa dan yang bengkok menjadi luar biasa
saat itu lah kita tidak dihadapkan soal multiple choices biasa.
saat itu lah sadar lah wahai manusia
salam, gemuruh sepi
26 April 2009, kompilasi sms (tris & seorangguruhnusantara)
Assalamu'alaikum,
Mas, saya sms ya ...
Trismi_oke
ha ha ha ha sang putri mandiri terperih
pujangga ini akan ikut berlari ...
Serius ...
bantuin aku bangkit lagi ...
Would u pliz help me ..
but its up to u if not ...
ah putri
tidakkah klise mu ingin diakhiri ?
motivasi mu sudah lampau dalam diri
hanya saja tak sadari.
bangkit sedetik
jatuh seputaran
wanna a perfect thing but lose -- lose again
maybe its true
i cant do anything without him
penggantinya tak sebanding.
give me new job, please
ketika pilihan takdir seakan mangkir
apakah Tuhan tak maha timbang pikir
kadang yang kita gelap
bagi Nya kedepan kan gemerlap
tinggal apakah putri tanggap
jadilah aku
dikau kan rasa
wanna go leaving this place
get new experience
do new something
new be a new
like u have happy family
so nice
so happy
lampau ribuan kali aku
pernah sepi ku
dan sakit itu memang buat apatis ku
hingga iqra ku
ketika dalam kitab ku
bahwa sepi hanya lah dari aku
bahwa sepi bukan lah baku
hingga kinilah aku, pujangga yang cair dari beku
hingga mati dalam abadi ku
its membuat saya sedikit terhibur
tx yeah.
im big gal so must be strong
di balik tak lah hamba
di balik hanya Dia yang putri damba
di balik satu ada beribu coba
di balik arungi samudra rimba, jantung doa dilomba
bangkit putri marilah bersama samba !!!!
oke siap !!!
salam, gemuruh sepi
"kita" bukan hanya milik kita sendiri...
"kita" bukan hanya milik orang lain ...
hanya tanya akan kah "kita" adalah milik kita bersama lagi ...
kalau kamu bawa alam mu
dan aku bawa alam ku
maka buang saja alam di tempat kita bersatu
karena akhirnya sia -sia alam ini hanya untuk berseteru
dan tak ada yang mau mengaku
ketika mereka puas hanya dalam satu
lupakan lain pintu
gamblang ku
tuk sesuaikan alam mu
tapi maukah kamu nikmati alam ku
atau hanya egois puas dan paksa aku menjadi milik mu
karena alam ini memang BUKAN HANYA ! untuk mu dan untuk ku
salam, gemuruh sepi
ketika kuda merah tunjuk pinta puja, tunai dibelanja
ketika hujam interlude tuk sang raja
disitulah ayat Tuhan dieja, ironis pula ... tak abadi tuk sengaja
disitulah bentukan-Nya lancang pungkiri bundar meja
senja ini ... BUKAN lah ANDA saja !!!
senja ini ... BUKAN lah TUK SANG SOMBONG DURJA !!!
merasa mayapada HANYA MEREKA saja .. hilang diantara kata ANTAREJA ...
menuju kuja
menangis tolong ... jangan hancurkan teja ...
menuju kuja
menangis tolong ... jangan remehkan bara baja ...
bilakah senja.
salam, gemuruh sepi
iya kang ... aku mau TAHU
iya kang ... pokok kasih TAHU
iya kang ... meskipun dulu selalu TAHU
iya kang ... lain orang lain rasa itu TAHU
iya kang ... sumpah ! apa lagi sambel kecap TAHU
jadi kang ... masio gosong tetep jeneng e TAHU
TAHU - KU
salam, gemuruh sepi
memang bukan kosong
yang harus kau todong
memang bukan lenyap
yang harus kau serap
tawa itu tidaklah bersendawa
sinis itu pun tak pernah kecewa
bahkan berisik dan teriak mereka bisa buat kan dewa
biarkan lubang mu telinga
BANGUNKAN PUJANGGA !!!
balik renang dan selam kedalaman TELAGA
salam, gemuruh sepi
terlalu luaskah
terlalu dalamkah
hingga serpihan stagnan pecah
hingga mata rantai ini seharusnya lebih indah
bukankah serpihan beragam sudah
bukankah dari kuat hingga lemah
apakah tanya kan hanya kurang berserah
apakah kedalam merah, percayalah sudah ada yang terpanah
jadi belumlah lengkap wadah
jadi belumlah merasa kalah
tolong lanjutkan lah
serpihan waktu yang mulai berdarah.
salam, gemuruh sepi
kristalisasi
bukanlah buku tipis
tidak manis
arahi diri pesimis
danau ku lampau pun luas
dan beragam tak jelas
demi kejar puas
kan lelah ku lepas
demi kemudian demi
hanya sedikit dikotomi
lepaskan makna yang hanya menghakimi
pulang kan alami, detik setitik telah di bumi
kau katakan lemah
maka hanya remah kesah hilang darah
lain bila YA PASTI
ketika itu kutunggu di bukit mengerti
PASTI
KU NANTI ...
salam, gemuruh sepi
jadikan bambumu menjadi empuknya tidur mu
ENYAH wahai bunyi surgawi merdu
alunan nafas teratur mu harus sumbat saraf otak mu
tidur
lelap temekur
dengar ombak sayup berderbur
tak guna kau bersyukur ....
IKUTI hati kotormu hai ANAK ADAM
sejuk angin ku kirim tuk rendam
biarlah rantai ini ikut ucap salam
dari neraka yang tak pernah padam
HAHAHAHAHAHAAHAHAH
sang bedebah.
salam, gemuruh sepi
semua melambat
semua terlihat
semua yang dulu ku pahat, pancar sirat
aku lintasan yang ini
aku berdiri mencoba berlari
aku leleh hati minum sendiri, hembusan yang bersari
tidak, BERHENTI LAH
tidak, LIHAT LAH
tidak, telak telaah, bukit tinggi yang kalah
bahwa tak ada embun mu
bahwa tak ada lipat mu
bahwa tak ada hangus mu, panjat tetesan darah mu
tapi sakit ? YA MEMANG
tapi sedih ? YA SEMUA KURANG
tapi ketika sudah hilang , merdu kan dendang
bahwa Tuhan selalu menjadi permulaan
bahwa Tuhan selalu menjadi tak berimbuhan
bahwa Tuhan selalu menjadi pemilik semua sampan, dibebas tawan
dan ketika senyuman
dan hilang nyala lilin dari sang mulut kecil nian
dan sadar ternyata !! lebih dulu Kau haturkan, semua dian lalui buah titisan
maka padam
maka paham
maka pualam , tadinya begitu masam
di ambil lah ya Allah
di setiap laju ku
di setiap aku ku, segala alpa ku
serpihan waktu.
salam, gemuruh sepi
Lokasi : Yahoo Messenger
lelaki ku kini hilang..
what r u thinking right now ?
aku berpikir apakah kita akan terus melangkah tanpa nama
itu lebih baik, bila kita tahu akan mematikan kreativitas kita
Kesepian adalah dunia ku
apa yang membuat mu mengunci diri disana
hilang rasa percaya ku pada insan dunia
sejahat itu kah dia ?
hingga kuatnya cermin langsung lantah ?
terlihat halus tanpa dosa parasnya
terasa lurus tuturnya
hampir tak tercium busuk hatinya
Tidak ada malaikat di dunia ini
yang ada hanya makluk tak abadi
yang mempunyai sayap masing - masing satu sisi
menangisi
memarahi
menyaingi
dan mengasihi
demi sisi sayap yang lain
biarlah tak terbang
biarlah tlusuri bumi yang rakus
biarlah tak terasa panasnya mentari
sependek itukah waktu mu
kalau memang sekedar itu
sementara waktu hingga angin mengayuhku
sementara itu harusnya kau manfaatkan sedikit kejujuran bagi dunia rakusmu
tak tau ku mesti apa
wahai yang terkunci
yang kamu butuhkan hanya hati yang suci
yang mau menghilangkan benci
yang sudah begitu terperinci
ikuti saja Mata yang paling abadi
mata berkabut
bukan mata - mata itu
bukan dua kelopak kebohongan itu
ada Satu
yang bahkan tak aksara pun bisa membuka pintu
hanya masuk dan keluar kayu
begitu bebas tanpa itu
duuhaaaiiii tak ku tau rasaku
kenapa yang terlihat lurus terasa bengkok
kebenaran mu adalah seorang
lakukan jangan lah bimbang
persetan dengungan kumbang
kenapa yah kesibukan tidak bisa mengubur semuanya
engkau hendak mengubur langit
engkau hendak mengubur laut
cinta itu sedemikian luasnya melebihi maut
bersikaplah seakan berada dalam keduanya langit dan laut
teori ?
owww bukan maksudku membuat anda tersinggung
ah mata dan kuping ini sudah kenyang dengan kepesimisan
padahal segalanya hanya tembok yang mereka susun dengan kesadaran
oke .. dech
kapan kita ketemu ?
kukira kita hanya akan saling melempar suasana
apakah engkau sudah mulai tertarik oleh momentum ku juga ?
ha ha ha ha forget it ....
call me Tris.
salam, gemuruh sepi
putri mandiri (1) wanita bercadar -- puisi trismi + seorangguruhnusantara
ditulis oleh guruh nusantaramasih terlalu samar...
begitu banyak goresan yang aku lempar
entah itu saat hingar
atau malah terkapar...
sudilah sang srikandi sedikit mekar
mengembang hingga hamba akhirnya sadar
apakah kita pernah setali damar
lampau kembali mungkin seribu tahun ketika dunia masih nanar.
Di tengah terik turun hujan
apakah Tuhan bersedih karna ini??
Kejut rasaku
Tuhanpun serasa dgnku
apatah tag lintas dlm benakmu?
kalau Tuhan tak kan pernah bersedih
maka aku yang hati berperih
benarkah aku telah membuang kenangan tertampih
dengan seorang teman yang mungkin sesapih
kalau adinda memang risih
maka biarlah waktu yang ikut membantu hingga yang samar tersisih
Esug bila kan datang
tak hilang harapku ntuk terkenang
jika dlm ingat tlah hilang
biarlah kita jalin baru
walau hati haru
karna mgkn tlah ada yg baru:-)
sungguh beribu lintasan memang
sungguh beribu persimpangan memang
sungguh beribu keputusan memang
sungguh beribu harapan memang
sungguh beribu penyesalan memang
kalaupun memang kita sepakat tuk buang
tetap ku sungguh tidak ingin wajahmu ku karang
apakah dengan bersua lautan ini akan tenang ?
apakah dengan berkicau ku bisa tirukan dengan sumbang ?
sungguh beribu detak jantung ini makin berdendang
Dimana dikau skg berada?
masih selalu dalam persimpangan di sekitar kota pahlawan
adinda ?
mungkinkah ada setapak udara yang bisa aku tekan
hingga terdengar kicau itu apakah menawan ?
...
...
...
...
...
dan kesunyian seiring nafas penantian
sudah hampir 24 jam tanpa jawaban
mungkin memang ini hanya sekedar hiasan
sedikit cipratan yang membantai kebosanan
aku akan disini wahai jawaban.
salam, gemuruh sepi
Seorang lelaki tertunduk lesu.
Sesekali terlihat matanya ditahan oleh tangannya.
Ketika dia tengadah bendungan air mata seakan jebol melimpah ruah membanjiri segala dataran disekelilingnya. Di ujung amben bambu tempat dia berkeluh kesah dipelukan tembok, sebuah foto wanita berjilbab tersenyum begitu bahagia.
Didalam rumah seorang wanita tua berkebaya sedang membersihkan ruang tamunya. Dia hanya bisa menghela nafas panjang ketika melihat anaknya duduk termenung bersama amben bambu di teras rumahnya. Sebuah tarikan perasaan seorang ibu menggiringnya melangkah keluar mendekati anaknya.
“Sudahlah le, ikhlaskan dia.” “durung nasibmu.” Kalimat yang begitu lembut dan benar-benar sedingin embun itu mampu menghentikan banjir air mata yang tadinya begitu memporak-porandakan hati.
Rangkulan sang bunda ikut mengumpulkan kepingan-kepingan pikiran sehat si tole, dengan masih sedikit sesenggukan menyandarkan kepalanya pada sang bunda.
Dengan lemah lembut ibunya berkata,
“Dia tidak mencintaimu.”
“Biarkan dia bahagia dengan pilihannya.”
“Biarkan dia berangkat dengan perahu dan nahkoda pilihannya.”
Kalimat-kalimat itu hanya membuat tole makin mempererat pelukannya pada ibu tuanya.
“Ibu punya cerita.”
“Tentang cinta abadi sang laut terhadap langit.”
Alkisah adalah laut yang pertama kali terkesima dengan indahnya langit, setiap detik wujudnya mencerminkan kekagumannya pada sang langit. Transformasi warnanya yang begitu menakjubkan membuat sang laut begitu mendambakan sosok langit
Setiap waktunya yang membayang di mata sang laut adalah bayangan langit. Bahkan birunya laut pun berusaha menyamai langit karena saking cintanya.
Sayang sang langit tidak mengharapkan cinta laut. Langit terlanjur menambatkan hatinya pada sang angin.
Laut tidak menyerah, setiap detik dia berusaha menggapai sang langit dengan loncatan airnya. Tapi akhirnya pecah menjadi ombak ketika dihempas penghalangnya yaitu sang angin. Badai yang membuat ombak setinggi gunung adalah wujud pertarungan sang laut dan angin untuk memperebutkan langit.
Kemarahan langit dengan petir-petirnya pun tidak menyurutkan sang laut untuk berhenti berusaha naik dan pecah lagi, naik lagi, dan pecah menjadi ombak kembali.
Cinta sang laut yang berlebihan dan dibutakan hatinya, membuat lingkungan sekitarnya ketakutan. Nelayan tidak bisa berlayar, pohon-pohon roboh karena amarah angin dan langit, anak-anak bersembunyi takut dengan kilat cahaya petir yang dilempar langit.
Akan tetapi laut tetap teguh dengan loncatan air yang dihempas angin menjadi ombak.
Ada satu hal yang dilupakan oleh sang laut. Sebuah sudut pandang yang tepat sebenarnya bisa membuat dia sadar akan kesalahannya. Ketika seorang anak nelayan sedang membantu ayahnya mengangkat jaring, dia berkata pada ayahnya,
“Ayah liat betapa indahnya laut dan langit seakan bersatu hanya dipisahkan sebuah garis tipis cakrawala.”
Ayahnya hanya tertawa getir, “Sayang sang laut tidak sadar akan hal itu nak.”
Sang laut hanya melihat jarak dia dengan langit dari sisinya. Melihat keatas begitu tinggi. Tidak peduli dengan omongan orang sekitarnya. Di otaknya hanya ada langit dan langit, gapai dan gapai.
Abadi.
Sampai nanti hari kiamat datang dan Allah meruntuhkan tiang-tiang langit sehingga akhirnya langit runtuh jatuh ke pelukan sang laut.
Layar yang menghitam perlahan itu kemudian diterangi oleh kalimat, “Gimana le?”
“Paham sama cerita ibu?”
Si Tole hanya menjawab dengan menegakkan cara duduknya.
“Terima kasih bu”, sambil mencium pipi tua sang bunda, tole berdiri melangkah.
Tole berpikir bahwa dia memang belum sepenuhnya paham cerita ibunya, tapi paling tidak ketenangan hatinya, keikhlasannya adalah sasaran utama yang sudah ditembak dengan sempurna dengan sekelumit cerita tadi.
“Mau kemana le?”, ibunya dengan sedikit cemas bertanya.
“Mau ke undangan akad nikah bu, Tole mau kasih selamat ama langit.”
....
salam, gemuruh sepi
fiuhhh ... mengais kosakata
dari peti kayu yang kusimpan dibalik kaca
di gudang otak paling belakang
meski sang setan usia menghadang .......
jutaan tahun lalu aku adalah pujangga
aliran darah dan teks teks micro dna itu adalah dahaga
yang terus terasa hingga hari ini aku terjaga ...
aku adalah pujangga.
aku akan bangkit menghembus keras hitam jelaga.
WAHAI PARA PENAKLUK KATA
masuklah kedalam relungku yang sudah hampir buta
tunjukkan semua silat dan ajian mu yang getarkan mayapada
setiap mu adalah kembali ku
setiap mu adalah reinkarnasi dan re metamorph ku.
nuhun.
salam, gemuruh sepi
Seakan merasa di awang - awang
Merasakan ringannya wujud yang terbang
Memejamkan nalar
Menghempaskan sentuhan kedua pilar
Engkau di depan neraka
yang benar - benar tidak kau rasakan baranya
Hanya beberapa zarah lagi dan Engkau menyala
dan tetap tertawa
BANGUN !
itu bukan embun
itu bukan musik yang mengalun
itu bukan hijaunya daun
tapi kembang tipis itu masih ada ......
terancam pecah seiring tawa di dada ......
siapakah yang harus di denda ?
sedang Tuhan tak pernah berhenti bersabda.
kemenangan telah dia dapatkan dengan diantar kesedihan seluruh satelitnya.
--yang makin terjebak--
salam, gemuruh sepi
Sudah dua jam lebih aku menghadap layar laptop ku ini ......
Ntah mau menulis apa aku ini.
Malam ini serasa aku dikembalikan dengan paksa di awal tahun dan dihempaskan kembali lagi keawal tahun 2009.
Serasa sebuah isra' miraj yang meninggalkan bekas yang mendalam.
24 jam penghujung tahun ini cosmos ku seakan - akan diputingbeliungkan menuju berbagai dimensi.
Sebuah slow motion yang tidak henti - hentinya ....
Menyadarkan segalanya ...
Menyadarkan bahwa begitu rendah nya diriku.
Menyadarkan bahwa begitu aku membencinya keberadaan diriku.
Dan ntah kenapa aku bisa mendengar berjuta - berjuta kata hati yang berkata setuju saat ini ketika aku menuliskan kalimat ini.
People change ...
Yeah right ..... !!
Non sense.
......
Yah itu yang aku rasakan selama ini ....
Tapi mari kita bedah bersama - sama apakah hanya itu yang bisa kita tangkap dari kesemuan itu
Setiap manusia terjebak didalam siklus perubahan jati diri yang mengulang alpha dan omega.
Dimana waktu rotasi membentuk milyaran variant menyesuaikan massa dari masing - masing individu.
Sebuah perubahan yang semu bukan ...
Perubahan lintasan elips yang ujung dan ujung nya saling menyatu.
Jadi orang yang jahat akan kembali menjadi jahat.
Sayang nya menurut saya jawabannya adalah ya ....
Tapi bukankah dia akan kembali menjadi baik lagi ... karena lintasannya tetap menyambung.
Masalahnya, setiap ciptaan Tuhan tidak kekal dan akan berhenti. Akan kah dia nantinya berhenti pada saat jahat atau pada saat baik ... Itu yang selalu menjadi doa kita pada saat sembahyang.
Seberapa besar lintasan .... Seberapa cepat perubahan percepatan dan perlambatan semua itu tidak akan berubah tanpa gravitasi dan massa.
Massa adalah yang ada di dalam diri kita. Sesuatu yang bertambah dan berkurang dalam diri kita ...
Ada yang bilang luas nya danau hati. Yang menguap dan tumbuh kembali ketika musim hujan.
Seperti tulisan saya sebelumnya.
Bahwa hati kita seperti danau, apabila hati kita hanya seluas gelas, maka ketika sejumput garam dimasukkan asinnya air begitu terasa. Pahitnya hidup akan sangat membuat kita muntah.
Tapi apabila hati kita bisa seluas danau tawar, sekarung garam pun tidak akan membuat kita muntah karena air yang kita minum masih akan terasa segar. Indahnya hidup akan terasa senantiasa.
Sekarang yang jadi masalah adalah gravitasi ...
Sebab apabila kita berada di ruang hampa bagaimana kita mendapatkan gravitasi kita agar terjadi "sebuah perubahan" pada lintasan kita agar semakin panjang dan memberikan waktu lebih lama waktu revolusi kita pada saat kebaikan menyelimuti kita.
Well ... kembali lagi pada massa ..
Bahwa ternyata massa menimbulkan gravitasi.
Yah benar .. gravitasi ada dalam diri kita masing - masing ....
Gravitasi yang akan menarik dan mempercepat dan memperlambat kita adalah gravitasi jutaan orang disekeliling kita.
Bagaimana dengan mereka yang telah berada dalam lintasan orang - orang jahat. Sangat berat .... Karena gravitasi telah memperberat dan memperlambat mereka.
Selama anda berada dalam lintasan dan tidak keluar masih ada harapan untuk berjuang menuju lintasan kebaikan ... Dan bahkan ketika anda berhasil memperbesar massa anda maka anda lah yang akan menarik orang lain keluar dari lintasan kejahatan .. Karena gaya gravitasi anda menjadi lebih besar.
Perubahan kita memang semu.
Tapi
Luas lintasan.
Massa kalian dan kita semua.
Percepatan.
Perlambatan.
Kecepatan.
Gravitasi.
Dan rotasi serta revolusi.
Bisa kita rubah
Sulit ... Kompleks... Penuh fisika bahkan meta fisika ?????
Siapa bilang membuat "sebuah perubahan" itu mudah. Sekalipun hanya perubahan semu.
Untuk "Kamu" yang tidak mengerti makna sebuah perhatian dan kasih sayang sebagai suatu gravitasi.
Maka melayanglah abadi disana tanpa gravitasi yang lain ...
Mungkin "Kamu" berpikir bahwa berada dekat dengan orang lain hanya akan menyusahkan dan memberatkan diri mu.
"Kamu" betul.
Tapi berada dekat dengan orang lain.
Juga akan mendapatkan sebuah peringatan ketika kita salah
Juga akan mendapatkan sebuah pujian apabila kita berhasil
Juga akan mendapatkan tempat bersandar dan berkeluh kesah apabila kita lelah.
Tapi bagaimana kita memilih lintasan agar kita ditempatkan pada orang - orang yang baik dengan massa Besar sehingga akan mempercepat kita dan memperlambat kita berada sedekat mungkin dengan l
Lintasan mereka - mereka yang baik.
Bagaimanapun sebuah fakta yang ada adalah bahwa Allah lah yang membuat lintasan kita.
Allah lah yang menciptakan segalanya.
Apabila kita berdoa maka dengan seijin-Nya lah kita bisa berhenti pada saat kita berada di lintasan kebaikan dan menjadi khusnul khotimah.
Karena ketika Allah merubah lintasan kita. maka kun fayakun itulah yang akan terjadi.
Jadi siapkah Anda untuk melakukan "SEBUAH PERUBAHAN" ?
Oleh : Seorang Guruh Nusantara, 04.00.am 1 januari 2009.
NB: Aku menunggu "Kamu" di lintasan berikutnya.
salam, gemuruh sepi
Terinspirasi dari cerita dari eyang kakung kemudian diturunkan ke ayah ku dan ke aku sewaktu mau terlelap tidur.
Seorang pemuda yang sedang tertunduk lesu, sedang menggerutu menyesali betapa hidup ini begitu pahit dan menyesakkan hati dan dada.
Di depannya kelebat mobil dan motor yang lewat dengan kencang hanya menjadi sebuah warna – warna yang timbul tenggelam di matanya.
Sebuah pemandangan yang tiba – tiba membuatnya tersenyum. Pikirannya kini dipenuhi bayangan masa depan bahwa dengan dia berjalan masuk ke kelebatan itu semua permasalahannya akan berakhir seiring berakhir hidupnya ketika darahnya menggenang di jalan raya di depannya.
Dia berdiri.
Tertawa getir,
Sambil meneteskan air mata.
Melangkah dengan gemetar, mendekat menuju sebuah penyelesaian. Jawaban dari semua permasalahannya selama ini.
Tepat ketika kaki nya sudah akan menjawab deru dan debu , bahunya dipegang dan ditarik oleh seseorang.
Tatapan bingungnya, hanya dijawab senyuman dan kerut dahi sosok tua dengan jubah putih.
“Ada apa anak muda ?”, pertanyaan yang pelan tapi bunyinya terdengar sampai ke relung hati.
Bunyinya mengalahkan bahkan membuat sebuah kensunyian diantara hingarnya deru dan klakson.
Pemuda tersebut hanya menoleh membuang muka dan menerawang jauh sambil menangis mengigit bibir.
Sementara di depan matanya waktu seakan memasuki dunia yang dipenuhi keburaman gerak lambat.
Sebuah tepukan dengan senyum tipis sekaligus ajakan untuk duduk sejenak seakan menjadi jawaban sang kakek bahwa dia mengerti sepenuhnya permasalahan sang pemuda.
Sang pemuda hanya bisa duduk tertunduk dengan rambut gondrongnya menutupi wajahnya, sampai dia disadarkan ada sesuatu tepat didepan wajahnya. “Sebuah gelas dan air ???” , dalam hati dia bertanya. Dongak dan mata penuh tanya bersebelahan dengan wajah pak tua yang tersenyum.
Matanya bingung mengikuti gerakan tangan sang kakek ketika memasukkan sejumput tepung putih dari kantong kain nya kedalam gelas penuh airnya.
“BLLUAHHHHHHHHHH, ASINNNNN !!! Kek !!!” semburan tersebut sekaligus menjelaskan begitu asinnya air garam yang diberikan padanya.
Dua tangan memegang bahunya mengajaknya berdiri. Ketika dia berdiri sambil menengadahkan kepala dengan mata terpejam. Angin berhembus kencang.
Dia sudah berada di pinggir telaga yang sekitarnya dipenuhi kabut.
Sisa garam yang ada dibuang oleh sang kakek ke telaga dan mengambil segelas air darinya.
“HAAHHH, segar sekali air… telaga ini …”, sambil melihat wajah penuh senyuman dibalik gelas yang turun dari wajahnya.
Seketika itu juga kegelapan menyelimuti.
“Semua itu hanya masalah dimensi, apakah hati mu hanya seukuran gelas tadi ataukah seluas telaga ini.”
“Rasa asin tadi hanya lah rasa hidup mu yang selama ini kamu rasakan.”
Seiring gema dua kalimat tadi hilang, suara bel klakson yang berbunyi kencang menyadarkannya untuk melompat mundur.
“GOBLOKKK !!, ga mau hidup yah !!!!”, umpat supir mobil yang berhenti tepat di depan matanya yang masih belum terbiasa dengan perpindahan dimensi yang baru saja dia alami.
Sesaat kemudian dia masih berdiri terdiam di pinggir jalan seakan berada di batas keraguan. Sejenak menengadah ke langit, kaki nya dengan gerakan pelan menggiringnya dia kembali menghadap pulang.
Waktu terhenti ketika mata Sang Pengamat menahannya ketika dia tersenyum sambil melangkah ringan.
salam, gemuruh sepi









